19 June 2017 11:01 WITA

Video: Kekerasan Oknum Brimob pada Jurnalis Antara

Editor: Almaliki
Video: Kekerasan Oknum Brimob pada Jurnalis Antara

RAKYATKU.COM - Beredarnya video kekerasan yang ditunjukkan oknum Brimob kepada jurnalis LKBN ANTARA, Ricky Prayoga yang sedang melakukan tugas jurnalistik saat meliput Bulutangkis Indonesia Open 2017 di JCC. Membuat banyak pihak menyayangkan hal tersebut.

Salah satunya Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Meidyatama Suryodiningrat.

"Saat ini kami menyesalkan bahwa ada pihak-pihak yang masih menggunakan cara kekerasan untuk menghadapi wartawan yang menjalankan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang Pers," ujar pria yang akrab disapa Dimas ini, dikutip Antaranews.

Kata Ricky pada Dimas, ia mengaku sempat diseret secara paksa oleh oknum Brimob saat akan mengantre di sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) pada Minggu pukul 15.00 WIB.

Video aksi kekerasan oknum anggota Brimob kepada wartawan LKBN ANTARA Ricky Prayoga yg sedang melakukan tugas jurnalistik saat meliput Bulutangkis Indonesia Open 2017 di JCC. Pernyataan resmi dari Dirut LKBN ANTARA. Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Meidyatama Suryodiningrat, yang akrab disapa Dimas menyesalkan tindakan oknum aparat yang melakukan kekerasan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Sebelumnya, wartawan LKBN Antara, Ricky Prayoga, mengalami tindak kekerasan oleh sejumlah oknum Brimob saat akan meliput ajang kejuaraan bulu tangkis Indonesia Open Super Series di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu. Ricky Prayoga diseret secara paksa oleh oknum Brimob tersebut saat akan mengantri di sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi tersebut pada Minggu pukul 15.00 WIB. "Saat ini kami menyesalkan bahwa ada pihak-pihak yang masih menggunakan cara kekerasan untuk menghadapi wartawan yang menjalankan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang Pers," demikian pernyataan Meidyatama Suryodiningrat, Minggu. Meidyatama mengatakan hal utama yang menjadi prioritas saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan wartawan yang menjadi korban tersebut. "Saya baru saja dapat laporannya. Prioritas kami yang pertama adalah keselamatan dan kesehatan wartawannya," tambahnya. "Setelah itu kami akan konfirmasi rentetan kejadian dan penyebabnya." Ia menyatakan akan segera menentukan langkah selanjutnya terkait insiden tidak mengenakkan yang dialami Ricky Prayoga. "Baru setelah itu kita akan tentukan langkah sesuai ketentuan yang ada dan memungkinkan," kata Meidyatama. "Soal pelaporan dan lain lain, nanti kami akan follow-up. Saya sedang cek kondisi wartawannya dulu, itu yang terpenting," pungkasnya. Di waktu terpisah, Ricky Prayoga menyatakan kondisi fisiknya baik-baik saja kendati merasakan sedikit nyeri. "Kondisi fisik saya baik-baik, tapi adalah beberapa nyeri mungkin karena ada yang tertarik atau mengenai sesuatu dari pakaian mereka," kata Ricky Prayoga. #antarafoto #pewartafotoindonesia #instanusantara #jktinfo @jktinfo

Sebuah kiriman dibagikan oleh Antara Foto (@antarafotocom) pada Jun 18, 2017 pada 9:43 PDT

Karenanya, Dimas memprioritaskan kondisi kesehatan dan keselamatan Ricky. "Saya baru saja dapat laporannya. Prioritas kami yang pertama adalah keselamatan dan kesehatan wartawannya," tambahnya.

"Setelah itu kami akan konfirmasi rentetan kejadian dan penyebabnya."

Ia mengaku akan menempuh langkah tegas usai insiden tersebut. "Baru setelah itu kita akan tentukan langkah sesuai ketentuan yang ada dan memungkinkan."

"Soal pelaporan dan lain lain, nanti kami akan follow-up. Saya sedang cek kondisi wartawannya dulu, itu yang terpenting," pungkasnya.

Terpisah, Ricky mengaku kalau kondisi fisiknya baik-baik saja kendati merasakan sedikit nyeri.

"Kondisi fisik saya baik-baik, tapi adalah beberapa nyeri mungkin karena ada yang tertarik atau mengenai sesuatu dari pakaian mereka," kata Ricky Prayoga.

Menanggapi itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto menuturkan akan meneruskan pristiwa itu ke Mako Brimob. "Ya, diatensi. Diteruskan ke Brimob," ucap Rikwanto.

Kronologi dari Ricky

Secara kronologi, Ricky tengah berjalan di sekitar area JCC. Ia melangkahkan kakinya di belakang sales promotion girls (SPG), dan beberapa anggota Brimob.

"Bapak-bapak Brimob yang awalnya melihat ke SPG tersebut, mungkin secara tidak sengaja melihat saya," tulis Ricky melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2017).

Ricky pun lalu menatap anggota Brimob yang diketahuinya bernama Adam. Merasa heran, Ricky bertanya padanya sebab dirasa ada yang salah dengan penampilannya.

"Saya langsung bertanya, 'Ada apa mas? Apa ada yang salah dengan penampilan saya?'," ucapnya.

Pertanyaan Ricky pun dijawab. Ia bahkan mempertanyakan Undang-Undang atau dasar ujaran mengenai tidak diperbolehkannya saling menatap.

Adam seketika menjawab, "Apa kau? Ada Undang-Undangnya jangan melihat? P*kima* kau! Kalau tidak mau dilihat, jangan jadi manusia," ucapnya meniru kalimat yang dilontarkan Adam.

Ricky yang mencoba untuk mengonfirmasi ucapan Adam, malah dibentak.

Dari video di atas pula, para anggota Brimob hendak membawa Ricky ke suatu tempat.
"Saya dipiting, berusaha dibenturkan ke tripleks dan berusaha dibanting. Saya berusaha melepaskan diri dan menanyakan, 'Apa maksudnya ini?'," kata Adam.

Anggota Brimob itu, balas menjawab, "Amankan saja! Bikin onar ini orang melawan petugas," tulis Ricky mereka adegan.

Para oknum anggota Brimob itu pun hendak membawa Ricky ke pos polisi. Tapi Ricky menolak. Sontak hal itu mengundang perhatian sekitar.

"Sikap kamu nantangin bro. Ayo kita selesaikan di luar. Kamu lepas ID Pers, dan saya lepas seragam (Brimob)," kata Ricky kembali mengulang peristiwa.

Untung, peristiwa itu berhasil didamaikan oleh Brimob senior Adam, bernama Dwi yang berusaha untuk memediasi.

"Akhirnya saya dan Adam berjabatan tangan. Namun bapak Adam ini menyalami saya tanpa melihat saya dan rekan-rekannya langsung meninggalkan tempat tanpa satu katapun. terkecuali Pak Dwi dan rombongannya," cerita Ricky.